Terapkan Trigatra Bangun Bahasa, Mahasiswa PBSI Bentuk Komunitas Pegiat Literasi Kumoring

PRODI, PBSI,- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Nurul Huda menjadi delegasi utama dalam penerapan Trigatra Bangun Bahasa melalui kegiatan Duta Bahasa Universitas Nurul Huda dan program komunitas pegiat literasi Kumoring.

Kegiatan ini berlangsung di lingkungan kampus sebagai upaya menjaga keseimbangan penggunaan bahasa Indonesia sekaligus melestarikan budaya dan bahasa daerah Kumoring.

Semangat mewujudkan Trigatra Bangun Bahasa terlihat melalui keterlibatan aktif mahasiswa PBSI, terutama setelah terpilihnya perwakilan mahasiswa sebagai Duta Bahasa Universitas Nurul Huda pada 28 Oktober 2024.

Langkah ini kemudian diperkuat dengan terbentuknya komunitas Pegiat Literasi Kumoring pada 24 Juli 2025 yang berfokus pada pengembangan kegiatan kebahasaan dan kesastraan daerah.

Berbagai agenda tersebut mendapatkan dukungan dan supervisi dari dosen- dosen terkait, seperti Pusat Layanan Bahasa Universitas Nurul Huda, Ketua Kajian Kumoring, dosen PBSI, serta tokoh adat masyarakat Kumoring.

Kolaborasi ini memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan tetap berlandaskan nilai akademik, budaya, dan kearifan lokal.

Salah satu kegiatan utama mahasiswa PBSI ialah kolaborasi dengan Hoirur Rozikin, S.P., alumni kampus Setiper Belitang, dalam pembuatan situs web yang digunakan sebagai media penerbitan berita kampus, artikel, puisi, dan cerpen berbahasa Indonesia maupun berbahasa daerah Kumoring. Selain itu,

mahasiswa juga memperoleh akses dokumentasi karya tokoh-tokoh sastra Kumoring seperti KH. Hasan Qolay dengan syair Nasihat Diniyah dan Bur Rasuanto dengan kumpulan puisi dan cerpennya.

Kegiatan lain yang telah direalisasikan adalah pembentukan pojok literasi di tiga sekolah dengan penamaan berdasarkan tokoh-tokoh Kumoring sebagai bentuk penghormatan budaya dan inspirasi literasi.

Mahasiswa PBSI juga merencanakan rangkaian program lanjutan, antara lain penelusuran peninggalan sejarah puyang Kumoring, pelatihan public speaking, serta kegiatan lain yang bermanfaat bagi sivitas akademika Universitas Nurul Huda.

Dengan adanya keterlibatan aktif mahasiswa PBSI, informasi mengenai bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing menjadi lebih mudah diakses oleh mahasiswa lain.

 Selain itu, program ini turut menjadi wadah untuk memperkenalkan tokoh, karya, dan warisan budaya Kumoring kepada generasi muda kampus.

Melalui langkah ini, mahasiswa Universitas Nurul Huda diharapkan dapat meneladani penggunaan bahasa yang baik sekaligus menjaga kearifan lokal dan peninggalan leluhur. (Rosminah)

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *