Interaktif, Mahasiswa PBSI Gelar Pembelajaran Drama “Putri Kembang Dadar”

PRODI PBSI,- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mengadakan kegiatan pembelajaran yang berfokus pada analisis dan apresiasi drama berjudul “Putri Kembang Dadar”.

Kegiatan berlangsung di salah satu ruang kelas kampus dalam suasana belajar yang aktif, kreatif, dan penuh diskusi antarkelompok.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok mendalami unsur intrinsik drama, seperti alur, penokohan, latar, tema, serta konflik yang membangun cerita rakyat Putri Kembang Dadar. Selain itu, mahasiswa juga diminta menyusun skenario singkat sebagai bentuk simulasi pementasan.

Pengajar mata kuliah, yang memimpin jalannya kelas, menyampaikan bahwa pembelajaran drama tidak hanya bertujuan memahami teks sastra, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama.

“Drama itu hidup melalui interpretasi. Mahasiswa harus berani berdiskusi, mengambil peran, dan memahami nilai budaya yang ada di balik cerita,” ujarnya saat diwawancarai.

Sepanjang kegiatan, suasana kelas tampak penuh interaksi. Mahasiswa saling bertukar pendapat mengenai karakter Putri Kembang Dadar, sang putri yang terkenal karena kecantikan dan kecerdikannya. Beberapa kelompok terlihat berdiskusi serius mengenai bagaimana mengembangkan dialog, sementara lainnya bekerja menyiapkan kerangka adegan untuk dipresentasikan.

Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengungkapkan bahwa pembelajaran drama seperti ini membuat proses belajar lebih menyenangkan.

“Belajar drama itu tidak membosankan. Kita bisa memahami cerita rakyat sambil berdiskusi dan mempraktikkan langsung,” tuturnya.

Kegiatan ini ditutup dengan presentasi masing-masing kelompok yang memaparkan hasil analisis serta rencana pementasan sederhana mereka.

Pengajar memberikan umpan balik terkait pemahaman alur, kreativitas penyusunan adegan, dan kedalaman interpretasi mahasiswa.

Melalui pembelajaran drama Putri Kembang Dadar ini, mahasiswa PBSI diharapkan semakin mampu mengapresiasi karya sastra daerah, memahami nilai moral dan budaya dalam cerita, serta mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaboratif yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan. (dwi alidya)

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *