Observasi Pembelajaran di MAN 1 OKU Timur: Mahasiswa PBSI Terapkan Evaluasi melalui Tes Tertulis

PRODI PBSI, – Suasana pembelajaran di kelas XI Digital 1 MAN 1 OKU Timur terlihat berbeda. Pasalnya, pada sesi ini Desti Yana Juwita, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) melaksanakan observasi dan penelitian sebagai bagian dari tugas Mata Kuliah Evaluasi Perencanaan Pembelajaran.

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh dosen pengampu, Ibu Fisnia Pratami, yang menekankan pentingnya penerapan evaluasi secara langsung di lapangan untuk memperkuat kompetensi calon pendidik.

Dalam penelitian tersebut, Desti membagikan lembar soal pilihan ganda kepada seluruh siswa. Setiap siswa diminta mengerjakan soal dengan cermat dan mengisi jawaban pada lembar yang telah disediakan.

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat bagaimana kemampuan siswa dalam memahami materi serta menilai efektivitas perencanaan pembelajaran yang telah diterapkan guru sebelumnya.

Para siswa tampak serius dan fokus saat membaca soal. Beberapa siswa mengangkat tangan untuk bertanya, sementara yang lain memilih berdiskusi singkat dengan peneliti sebelum memutuskan jawaban.

Peneliti terus berkeliling dari satu meja ke meja lain, memastikan bahwa setiap siswa memahami instruksi dengan baik.

Di tengah kegiatan, terjadi interaksi menarik antara peneliti dan siswa yang menunjukkan suasana belajar yang aktif dan komunikatif.

Peneliti: “Ayo, dikerjakan pelan-pelan saja. Pastikan kalian membaca setiap soal dengan teliti.”

Siswa 1: “Bu, saya kurang paham maksud pertanyaan nomor lima. Ini tentang teks laporan, ya, Bu?” Peneliti: “Iya betul. Coba kamu ingat kembali ciri-ciri teks laporan observasi. Nah, dari pilihan yang ada, mana yang paling cocok?”

Siswa 1: “Oh, berarti yang menjelaskan kenyataan secara objektif, Bu?”

Peneliti: “Tepat sekali.”

Beberapa siswa lainnya juga tampak bersemangat mengikuti proses penelitian. Bahkan ada yang bertanya lebih mendalam untuk memeriksa kembali pemahamannya sebelum mengisi jawaban.

Siswa 2: “Bu, kalau dua jawabannya hampir mirip bagaimana memilih yang paling benar?”

Peneliti: “Lihat kata kuncinya. Biasanya ada satu pilihan yang lebih spesifik dan sesuai konteks bacaan. Itu yang kamu pilih.”

Siswa 2: “Baik, Bu. Terima kasih atas penjelasannya.”

Selain sebagai bentuk penilaian, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar berbeda bagi siswa.

Mereka merasa lebih diperhatikan karena adanya pendampingan langsung, sementara mahasiswa mendapat gambaran nyata tentang bagaimana instrumen evaluasi digunakan dalam kelas sesungguhnya.

Peneliti berharap bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi bahan analisis untuk memahami kemampuan siswa serta memperbaiki perencanaan pembelajaran di masa mendatang.

Ia juga berharap hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi positif, baik bagi dirinya sebagai calon pendidik maupun bagi sekolah sebagai bahan refleksi dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

Peneliti juga menegaskan bahwa pengalaman langsung di kelas menjadi bekal penting untuk memahami karakteristik siswa, pola belajar, serta strategi evaluasi yang tepat guna.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memenuhi tuntutan akademik semata, tetapi juga menjadi bentuk nyata pengembangan kompetensi profesional yang harus dimiliki seorang pendidik masa depan.

Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Kegiatan observasi berakhir dengan pengumpulan lembar jawaban dan penutup dari mahasiswa peneliti.

Suasana kelas kembali normal setelah seluruh siswa menyelesaikan tes dengan baik.*

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *