Syaiful Anam, Menggali Skill Diri Mahasiswa Semester Lima Lewat Mata Kuliah Wirausaha Bidang BSI

PRODI, PBSI,- Syaiful Anam merupakan alumni dari Uniersitas Nurul Huda yang saat ini mengampu mata kuliah Wirausaha Bidang BSI (Bahasa Sastra Indonesia) di semester lima pada prodi PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia).

Awalnya Syaiful Anam menolak saat dirinya ditunjuk oleh Dekan untuk mengampu mata kuliah Wirausaha Bidang BSI, karena merasa kurang cocok jika dirinya memegang mata kuliah tersebut.

Akan tetapi, Dekan meyakinkan dirinya mampu dapat mengajar mata kuliah Wirausaha Bidang BSI dikarenakan dirinya adalah salah satu dosen yang membuka sentral fotocopy “usaha saya itu sentralnya di bidang fotokopi, tapi garis besarnya di percetakan, kemudian jual beli ATK (Alat Tulis Kantor) dan pelayanan lain-lain masih banyak, ya.” Ujar Syaiful Anam.

Karena untuk memegang mata kuliah ini dilihat dari proses kerja yang dialami oleh Syaiful Anam, dalam usahanya tersebut dapat digunakan sebagai contoh dan pengaplikasiannya dalam pengajaran di dalam kelas.

Dari hal tersebut, Syaiful Anam mendapatkan keberanian untuk mengambil dan memegang tanggung jawab atas mata kuliah Wirausaha Bidang BSI.

Hal tersebut telah terbukti dari metode pembelajarannya di dalam kelas, yakni learning by doing atau mengembangkan skill menjadi sebuah peluang usaha.

Ia mengatakan kepada Mahasiswa semester lima bahwa di mata kuliah ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan bakat apa saja yang terdapat dalam diri mahasiswa dengan memiliki nilai jual juga berbagi pengetahuan dari bakat yang dimiliki pada tiap-tiap individu.

Hal tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari mahasiswa karena banyak sekali mahasiswa yang tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan ternyata adalah bakat yang memiliki nilai jual.

Seperti Vella Julia Mahasiswa semester lima kampus B memiliki Bookstagram “awalnya karena melihat postingan buku dari orang-orang dan saya jadi lebih tertarik untuk membaca genre buku yang berbeda. Setelah itu saya berpikir, mengapa saya tidak melakukan hal yang serupa agar lebih banyak orang yang tertarik membaca seperti saya?” Ujarnya. Kemudian setelah dirinya membuat akun Instagram

@bim_bimbook dengan tujuan sharing buku-buku yang sudah dibaca dan untuk memancing para penonton maupun pembaca membaca buku yang serupa atau saling bertanya mengenai perkembangan bacaan yang kemudian menarik perhatian seorang penulis buku untuk meminta Vella Julia mereview buku yang ditulis oleh seorang Penulis/Novelis, dari situlah Vella Julia mendapatkan penghasilan tambahan, “saya bisa bekerja sama dengan para penulis ataupun penerbit untuk mereview buku mereka dan mendapatkan uang atau buku gratis dari penghasilan kerjasama tersebut.”

Selain itu, Sindi Qurotul Uyun juga menyebutkan bahwa dengan mata kuliah ini dirinya jadi menyadari bahwa bakat dan skill yang dimilikinya adalah sebagai seorang Affiliate Marketer atau Affiliasi Pemasaran. “awalnya saya penasaran apa benar bisa menghasilkan uang dengan hanya membuat konten (Video)?”

setelah dirinya mencoba membuat akun affiliate tiktok (@sindi_qu) dan affiliate shoope (toko_uyun) kemudian dirinya mencoba mereview barang yang dibeli dari onlineshop (Shoope/tiktok) dengan cara membuat video ulasan mengenai barang yang dibelinya tersebut, ternyata ada banyak penonton yang tertarik dengan cara promosi yang dilakukan oleh Sindi Qurotul Uyun.

Awalnya Sindi hanya mempromosikan barang-barang yang ia beli dari shoope/tiktok kemudian ia mencoba untuk menjual bucket dan sewa jasa Papan Bunga Acrylic. Hal tersebut ternyata membuahkan hasil yang cukup banyak.

“Tentunya keuntungan yang diperoleh lumayan memuaskan, selain bisa menjadi pengganti uang saku juga bisa membuat kita jadi mandiri dan pengalaman mencari uang, juga supaya tidak selalu minta uang kepada orang tua. Dari situ saya menemukan cara berani berbicara meskipun hanya didepan kamera, selain itu, juga menambah skill editing dalam promosi lewat video tersebut.”

Banyak sekali mahasiswa semester lima yang merasa tergugah dengan skill yang dimilikinya, dan tak jarang pula bahwa skill yang mereka kembangkan juga memiliki nilai jual.

Bahkan, tak jarang dari mereka mengatakan bahwa mereka menyukai cara pembelajaran yang dilakukan oleh Bapak Syaiful Anam yang mengaitkan kehidupan nyata ke dalam materi perkuliahan Wirausaha Bidang BSI ini.

“Dari mata kuliah ini kita jadi sadar, bahwa kemampuan berbicara sangat diperlukan. Bayangkan jika kita selamanya tidak berani berbicara, mungkin saja kesusksesan tidak akan pernah datang kepada kita semua.” Ucap salah satu mahasiswa PBSI semester lima.

“ya kami sangat berterimakasih, ternyata meskipun kita mengambil jurusan Pendidikan, peluang untuk mendapatkan penghasilan bukan hanya manjadi seorang guru, tapi dari mana saja asalkan kita memiliki kemauan dan keinginan yang tinggi.” Lanjutnya dalam wawancara.

“Harapan saya memang agar mahasiswa menggali bakat yang seharusnya dikembangkan untuk menjadikan hal tersebut sebagai pedoman supaya mereka mengetahui bahwa mata kuliah ini bukan hanya mengajarkan teori tetapi skill yang seharusnya mereka kuasi,” ucap Syaiful Anam

“dan ternyata banyak sekali bakat mahasiswa yang memiliki nilai jual. Saya selalu mengatakan kepada mereka bahwa bakat (skill) yang mereka kuasai pada saat ini, itu bisa menjadi sebuah judul skripsi. Jika kalian senang melakukan suatu hal, maka dalam proses pengerjaan kalian tidak akan merasa terbebani, melainkan merasa senang karena kalian sudah menganggap hal tersebut sebagai hobi bukan lagi sebagai beban.”

“Kedepannya saya akan lebih siap untuk memegang mata kuliah ini lagi karena dari segi profesi, saya juga mengalami wirausaha dan menyalurkan wirausaha kepada mahasiswa, dan mahasiswa juga mengembangkan usahanya dari permahasiswa untuk bisa bekembang.” Lanjutnya. (Miftahul Hasanah)

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *